Langsung ke konten utama

ISU ISU GLOBAL MASA KINI DAN MASA DEPAN


 Isu-isu global masa kini dan masa depan

Ada berbagai macam permasalahan yang dihadai oleh manusia. Secara garis besar permasalahan tersebut adalah:
a.Bahan makanan
b.Penduduk
c.Energi
d.Polusi udara,air dan tanah
e.Biodiversity/keanekaragaman hayati

A. Bahan makanan
Persoalan pangan bagi manusia sangatlah penting bahkan merupakan asasi,karena untuk melangsungkan kehidupan. Pentingnya permasalahan ini disebabkan karena banyaknya kasus manusia yang kelaparan. Akibatnya jutaan manusia meninggal karena kelaparan. Antara tahun 1847-1850 kira-kira satu setengah juta jiwa meninggal karena kelaparan,demikian juga yang terjadi di Cina,India dan sebagainya. Masalah bahan pangan berkaitan dengan:

1. Kebutuhan obyektif pangan
Kebutuhan obyektif pangan pada tingkat global merupakan fungsi dari kebutuhan bahan pokok,besaran jumlah pernduduk dunia,dan komposisinya. Semakin baik kondisi manusia sejak beberapa dasa warsa terakhir menyebabkan terjadinya pertumbuhan penduduk secara cepat. Keadaan ini meningkatkan kebutuhan obyektif pangan. Faktanya kebutuhan obyektif pangan setiap tahun meningkat.

Tingkat pertumbuhan produksi bahan pangan pada negara-negara berkembang bahkan merosot,pada tahun 1950-an 0,7% per kapita per tahun menjadi 0,2% pada tahun 1960-an.keadaan ini semakin memprihatinkan ketika PBB melaporkan bahwa orang-orang Amerika Utara dan Eropa setiap harinya dapat mengonsumsi kalori berlebihan 1/3 dari yang diperlukan oleh tubuh sedangkan orang-orang Afrika kalori yang mereka makan masih kurang 6%. Pengonsumsi daging pada negara maju juga yang menyebabkan adanya masalah pangan. Hutan-hutan pada negara berkembang ditebang bahkan dibakar untuk membuat lahan penggembalaan ternak demi kepentingan ekspor daging. Contoh ketidak seimbangan konsumsi yang terjadi pada AS,proporsi penduduk 5% tetapi menggunakan sumber alam dunia sebanyak 33%-nya dan menyebabkan polisi dunia ini 33%-nya.

Permasalahan kekurangan bahkan di negara berkembang yang menghasilakan bahan pangan disebabkan kelebihan suplai tersebut diperuntukkan ekspor yang bisa menghasilkan devisa. Untuk mengurangi produksi dan konsumsi ,negara-negar berkembang bergantaung pada negara-negara maju dalam hal impor bahan pangan utama. Impor padi-padian meningkat dari 12 juta ton pada tahun 1950-an hingga 36 juta ton pada tahun 1972. Sejak tahun 1990-an pertumbuhan penduduk pertahun mencapai 10% sedangkan pertumbuhan pangan hanya meningkat 2%.

2. Permintaan efektif /effective demand

Kebutuhan obyektif harus di ubah menjadi permintaan efektif dalam pasar pangan dunia. Masalahnya pasar itu do organisasikan berdasarkan daya belidalam US$. Keadaan ini di perburuk karena perusahaan-perusahaan swasta Internasional-lah yang banyak menguasai produksi pangan tersebut. Perusahaan swasta pada dasarnya hanyalah ingin mencari keuntungan,yang akan tanggap hanya pada permintaan efektif (konsumen yang mampu beli). Dengan kata lain jika negara-negar perlu impor harus memiliki uang (uang asing) yg bisa untuk membeli bahan pangan di pasar dunia.

3. keterbatasan fisik dn ekonomi dalam produktivitas

Terbatasnya tanah subur,apakah karena penananaman 1 jenis pohon yang sama secara terus menerus dan sebagainya,dan juga keterbatasan air untuk minum dan irigasi telah menyebabkan produksi bahan makan sulit untuk dipertahankan apalagi ditingkatkan. Meningkatnya harga pupuk.pestisida dan herbisida semakin memperburuk keadaan. Akhir-akhir ini bencana El Nino yang menyebabkan terjadinya bencana kekeringan telah membuat makanan bahkan yang lebih parahnya lagi bahan makanan semakin kritis.

Ramalan Thomas Robert Malthus,seorang ekonom inggris pada abad ke-19 yaitu pada tahun 1798 mengemukakan bahwa pertumbuhan penduduk akan melebihi pertumbuhan bahan makanan ,dan sekaran ini hakl itu telah terbukti. Pendapat Thomas Robert Malthus mengatakan bahwa antara pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan bahan makanan aka berada pada posisi yang seimbang jika terjadi bencana kelaparan,kurang makan dan wabah penyakit namun hal ini tidak terbukti karena pada zaman ini telah adanya penemuan teknologi kedokteran yang telah berjasa menyelamatkan jutaan manusia. Pentingnya masalah bahan makanan menyebabkan FAO mengadakan Pertemuan Puncak Bahan Makanan Dunia/World Food Summit di Roma pada tahun 1997. Para kepala negara/pemerintahan akan membuat pokok penanggulangan masalah bahan makanan di abad yang akan datang.

B. Penduduk
Meningkatnya kehidupan sosial ekonomi masyarakat dan semakin berkembangnya sarana kesehatan sehingga mengurangi angka kematian/mortalitas bayi merupakan hal-hal yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan penduduk yang cepat pada abad-abad belakang ini. Pertumbuhan penduduk sekarang ini adalah 90 juta per tahun dan pada tahun 1998 ini akan meningkat menjadi 6 milyar per tahun. Para ahli semakin prihatin dengan keadaan ini,karena masalah penduduk akan berkaitan erat denagn kehidupan manusia yang sulit untuk di gambarkan dan           kompleks. Pertumbuhan penduduk akan sangat mempengaruhi dan berakibat banyak pada aspek-aspek kehidupan seperti: Pendidikan,ketenagakerjaan dan lingkungan hidup.

Semakin banyak penghuni bumi ini maka semakin banyak pula bahan makanan,air,energi,papan dan sebagainya yang dibutuhkan oleh manusia. Hal ini juga akan berarti pula semakin banyak tanah yang harus diolah,pemakaian pupuk dan pestisida,makin merosotnya kualitas air,harus membangun proyek-proyek pembangkitan listrik dan pemompaan sumur-sumur minyak. Akibat dari semua itu adalah semakin parahnya erosi tanah,polusi air dan udara,dan tanah. Secara keseluruhan maka hasil akhir yang terjadi adalah kapasitas produksi bahan makan merosot,masalah-masalah kesehatan meningkat akibat buruknya polusi dan buruknya sanitasi,berkurangnya habitat sehingga menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati (biodiversity) dan menurunnya kualitas hidup manusia.

Keprihatian masalah penduduk oleh para ekolog seperti Lester R>brown ternyata mendapatkan tanggapan yang berbeda,seperti Julian Simon dan Thomas Lambert. Mereka berpendapat bahwaSeluruh penduduk di dunia ini bila dikumpulkan menjadi satu dalam posisi berdiri semua hanya memerlikan tempat se Jacksonville,Florida,AS
Seandainya seluruh penduduk di dunia ini di berikan pemukiman,maka alaska,sebuah negara bagian di AS akan mampu menampung seluruh penduduk dunia dengan jatahmasing-masing kepala keluarga + 3.500 kaki persegi (1 kaki = 30 cm,berarti sekitar 1000 meter persegi), untuk ukuran rumah dan pekarangan di Indonesia sangat luas,sedangkan untuk ukuran di AS merupakan ½ dari rumah dan perkarangan orang Indonesia

Para ahli yang bergabung dalam The Millenium Institute memberikan bantahan dengan mengatakan bahwa umat manusia tidak hanya memerlukan tempat untuk tinggal beserta pekarangan saja. Setiap individu setidak-tidaknya memerlukan 260 meter persegi tanah,inipun hanya sekedar untuk bisa menghasilkan makanan pokok untuk melangsungkan kehidupan dasarnya saja. Kebutuhan lahan untuk jalan raya,taman,gedung-gedung perkantoran,pabrik,dan lain sebagainya masih belum di perhitungkan.

1. Sejarah perkembangan penduduk dunia
Sekarang ini pertumbuhan penduduk dunia meningkat 90 juta pertahunnya dan di perkirakan akan meningkat menjadi 6 milyar pertahun di masa-masa yang akan datang jumlah ini sungguh luar biasa bila di bandingkan dengan dengan ketika sejarah kependudukan di mulai lebih dari 120 abad yang lalu pada saat orang orang nomaden (tidak menetap tempat tinggal nya) datang ke lembah sungai yang besar seperti : Nil,Erfat,Tigris dan sebagainya untuk membangun tempat pemukiman yang tetap/tidak berpindah-pindah tempat lagi,jumlah penduduk dunia pada masa itudiperkirakan baru 5 sampai 10 juta saja. Jumlah penduduk pada saat itu relatif stabil,karena kehidupan sangatlah berbahaya. Usia harapan hidup sangatlah pendek ,mungkin hanya berkisar antar 25-30 tahun saja jumlah orang yang meninggal karena kelaparan,kecelakaan,ataupun kena wabah penyakit sama jumlahnya dengan yang lahir.

Dengan dimulainya jaman pertanian,kira-kira 10.000 hingga 12.000 tahun lalu ketika kehidupan manusia mulai menjadi makmur,terjadi beberapa perubahan. Persediaan bahan makanan mulai stabil dan tempat tinggal mulai menjadi aman,sehingga kehidupan manusia mulai bertahan lama. Menurutnya angka kematian yang disertai angka kelahiran menyebabkan jumlah penduduk menjadi bertambah. Sesuai catatan yang ada jika ada kepercayaan akan kehidupan kedepannya semakin cerah maka akan cenderung untuk mempunyai banyak anak. Menjelang dinasti pertama yang ada di Mesir atau + 5000 BC (7000 tahun yang lalu) penduduk dunia ini jumlahnya sudah mendekati 100 juta jiwa. Jumlah ini meningkat menjadi + 250 juta (sebanyak penduduk AS sekarang ini) ketika kekaisaran Romawi berdiri.

Peningkatan produktivitas karena dikembangkannya alat-alat yang membantu mewujudkan kesejahteraan manusia,seperti: alat bajak,kincir air dan juga semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dalam bidang peternakan dan pertanian yang menyebabkan suplai bahan makanan meningkat,begitu pula dengan meningkatnya jumlah penduduk yang berarti pula kebutuhan akan ladang,tanah dan tempat pemukiman juga bertambah. Kemakmuran sejak dahulu selalu di ikuti dengan pertumbuhan penduduk. Hingga tahun 1500 sesudah masehi penduduk dunia jumlahnya sudah mencapai1/2 milyar.

Sekitar tahun 1500 sesudah masehi masa perluasan kolonial Barat dimulai. Adanya kebutuhan akan bahan mentah akibat pertambahan penduduk telah mendorong terjadinya kolonialisme tersebut. Ternyata pertumbuhan penduduk tidak selalu bersifat linier. Bencana kelaparan,peperangan,maupun wabah penyakit sering kali menghancurkan kebudayaan lokal. Pertambahan penduduk telah memunculkan pola sejarah manusia yang lain,yaitu peledakan jumlah pendudukdan pengeksploitasan sumber-sumber alam secara berlebihan.

2. Era pertambahan penduduk yang pesat
Revolusi industri yang terjadi di Eropa dan menyebar ke Amerika Utara sebelum pertengahan abad ke-18 telah menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah penduduk secara tajam. Angka kematian turun karena penemuan teknologi yang mampu meningkatkan pemeliharaan kesehatan manusia kemajuan teknologi meningkatkan hasil pertanian,peternakan,dan perikanan,sehingga suplai bahan makanan tercukupi. Semakin baik nutrisi orang maka semakin kuat. Pertahanan badannya terhadap serangan penyakit dan infeksi.
Kemajuan dalam bidang kesehatan masyarakat dan teknologi kesehatan,seperti penemuan pinisilin pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 menurunkan angka kematian manusia secara tajam. Orang mulai memakai sabun,memakai baju yang terbuat dari katun,sehingga penyakit-penyakit yang dibawa oleh parasit sulit menular. Setelah Perang Dunia II selesai juga merupakan awal terjadinya pertamvbahan penduduk di abad ke-20.
Kebudayaan akan muncul sejalan dengan tersedianya bahan-bahan mentah yang ada di kawasan tersebut. Pemilikan akan tanah yang subur,air yang melimpah,mineral,kekayaan hutan,minyak,dan sebagainya mempengaruhi budaya masing-masing kawasan. Pada saat terjadi kemakmuran maka akan terjadi pula peningkatan ekploitasi terhadap sumber-sumber bahan mentah tersebut. Semakin meningkat jumlah penduduk semakin meningkat pengesploitasian terhadap sumber-sumber bahan mentah yang ada,sehingga mencapai titik batas kemampuan alam. Permintaaan demand jauh melampaui penawaran/suplai sehingga menyebabkan sumber-sumber alam tidak mampu memenuhi kebutuhan penduduk. Keadaan ini mengakibatkan masalah-masalah yang di akibatkan oleh jumlah penduduk,dari yang namanya krisis ekonomi,sosial,kelaparan,migrasi,sampai peperangan.
C. Enegi dan Konservasi
Embargo minyak yang dilakukan oleh OPEC (organization of petroleum exporting countries) atau organisasi negara-negara pengekspor minyak termasuk Indonesia terhadap negara Industri barat pada tahun1973 menyadarkan pada kita betapa pentingnya energi terutama yang berupa minyak. Ini nukan membuat kita bangga,karena termasuk negara yang untung karena peristiwa tersebut. Harga naik berarti pemasukan devisa dari minyak bertambah. Minyak merupakan sumber energi alam yang non-renewable artinya begitu habis ya sudah. Berbeda dengan sumber energi yang di pakai berapa tahun tidak akan habirs (renewable),seperti: sinar matahari,angin dll.

Selama bertahun-tahun manusia telah menemukan sumber-sumber energi yang baru. Sebagian besar masalah lingkungan yang serius dihadapi oleh manusia
saat ini disebabkan oleh
  • adanya pertumbuhan yang menyebabkan semakin meningkatnya konsumsi energi. Standar kehidupan suatu masyarakat ditentukan oleh produktivitasnya dan produktivitas ini dipengaruhi oleh penggunaan energi.
  • Sumber-sumber energi tersebut penggunaannya berkaitan erat dengan tingkat perkembangan teknologi dan budayanya.
  • Perkembangan ekonomi sangat dipengaruhi oleh industrialisasi yang membutuhkan energi dalam jumlah besar.
  • Penemuan dan penggunaan sumber-sumber energi yang baru menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan sosial.
. Sumber-sumber energi didunia ini dan distribusinya sangat merata sehingga ada beberapa bangsa yang sudah maju namun demikian saling ketergantungan antar bangsa merupakan suatu keharusan belum berjalan sebagaimana mestinya.

1. Minyak sebagai sumber energi dominan
Keterbatasan akan energi telah mendorong manusia untuk mengatasi permasalahan ini dengan mencari energi alternatif. Perkembangan terakhir menunjukkan bahwa AS dan Jepang telah berhasil mengembangkan mobil berbahan bakar sinar matahari. Berbeda dengan Jepang ,AS merupakan negara yang cukup kaya dengan sumber minyak, namun demikian kuatnya tekanan dari para pencinta lingkungan akan konservasi menyebabkan negara ini harus mengembangkan sumber energi baru. Pengembangan energi minyak sebenarnya dimulai oleh AS, ketika sumur minyak dunia yang pertama ditambang terletak di Titusville, Pennsylvania tahun 1859. Sampai tahun 1990 perusahaan ini menguasai 80% suplai dan 82% pengolahan minyak AS. Sampai sekarang ini produksi dan pemasaran minyak dunia banyak dikuasai oleh AS, melalui Texaco, Gulf, Mobil, Standar Oil of California, dan raksasa Exxon (dulu bernama Standar Oil of New Jersey), hanya 2 perusahaan yang tidak di kuasai AS, yaitu British Petroleum dan Shell. Munculnya OPEC sebagai suatu kartel minyak mampu mengurangi pengaruh perusahaan-perusahaan tersebut dalam produksi maupun pemasaran. Pergeseran pemakaian sumber energi telah terjadi berkali-kali. Pada tahun 1850 hampir 90% kebutuhan energi AS di dapat dari kayu. Posisi kayu sebagai sumber energi utama di negeri itu pada tahun 1890 mulai digeser oleh batubara. Dari pemakaian batubara ini industri AS mengalami keuntungan yang meningkat khususnya industri pembuatan logam dan transportasi kereta api. Tahun 1910 ditandai dengan munculnya sumber energi baru ,yaitu minyak dan gas bumi.

2. Energi dan ekonomi
Ada keterkaitan antara pertumbuhan ekonomi dengan konsumsi ekonomi energi. Kenaikan harga minyak yang menyebabkan terjadinya krisis energi di negara-negara yang tidak menghasilkan tetapi membutuhkan komoditi tersebut untuk kelangsungan industrinnya ,seperti : Jerman, Jepang, Belanda dan sebagainya, telah menyebabkan terjadinya inflasi . Terganggunya sistem kerja industri akibat dari mahalnya salah satu prasarana industri ini menyebabkan terjadinya penambahan angka pengangguran. Ketika negara-negara industri Barat merasa terbebani oleh adanya embargo minyak di tahun 1973 yang berarti penawaran / suplai menurun. Salah satu cara yang ditempuh adalah menaikan pajak pembelian terhadap komoditi minyak, sehingga hukum ekonomi akan berlaku , yaitu penurunan permintaan. Pada saat ini negara negar industri maju,seperti: Jepang, AS, dan Jerman sedang mengembangkan kendaraan yang irit BBM dan rendah polusi.

3. Energi dan lingkungan hidup
Permasalahan produksi maupun konsumsi energi sama-sama berdampak negatif pada lingkungan. Mencegah dan memperbaiki kerusakan lingkungan hidup berarti mengurangi tingkat produksi dan konsumsi atau mengubah polanya menjadi tindakan-tindakan yang tidak dapat memuaskan semua pihak. Reaksi positif terhadap polusi yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor bisa dilakukan dengan : mengurangi pemakaiannya, menambah peralatan pengontrol polusi. Permasalahan energi telah menurunkan pertumbuhan ekonomi dan memperparah inflasi. Ide untuk memasang peralatan pengontrol gas pada pembangkit listrik tenaga batubara, misalnya, tidak akan mendapat dukungan mengingat ongkos listrik yang tinggi. Ide untuk mengurangi atau menekan sejumlah pabrik logam yang tidak efisien dan berpolusi tinggi akan menimbulkan permasalahan sosial pangangguran. Usaha untuk mengatasi masalah tanpa masalah seperti perum pengadaian, ternyata sulit untuk energi. Sejumlah energi pengganti seperti: energi surya, nuklir, dan sebagainya dianggap kurang bersahabat terhadap lingkungan hidup.

D. Polusi air, Udara, dan Tanah
Ketiga unsur ini merupakan habitat dari kehidupan manusia, Gangguan terhadap salah satunya akan mengganggu kelangsungan hidup manusia. Air merupakan permasalahan yang pertama , mengingat badan kita pun 67% nya terdiri dari air. Mahalnya harga air merupakan indikasi terjadinya gangguan suplai.harga 1 liter air minum yang sudah diolah(aqua) yang hampir sama dengan 1 kg beras, menunjukkan bahwa kelangkaan air bersih sudah dalam bahaya. Masalah polusi udara belakangan ini muncul di Indonesia akibat dari kebakaran hutan, terutama di Kalimantan dan Sumatra. Sejak tahun 1950, peningkatan penggunaan air untuk pertanian, industri, dan perkotaan dunia meningkat 3 kali nya menjadi 4.340 kilometer kubik pertahun atau 8 kali arus sungai Misisipi. Semakin baiknya standar kehidupan manusia , meningkat pula kebutuhan akan air. Sekalipun air merupakan sumber daya yang dapat diperbaharui, namun sumber dayanya juga terbatas. Kekurangan air menjadi kendala hebat bagi produksi pangan , pertumbuhan ekonomi, dan perlindungan sistem alam.

Permasalahan air tidak hanya menyangkut kelangkaan saja, akan tetapi juga limbah buangan yang dihasilkan. Pembuangan limbah air oleh pabrik-pabrik langsung ke sungai tanpa melalui pemrosesan yang sempurna telah menyebabkan tanaman-tanaman produksi milik petani banyak yang layu. Pembuangan limbah ke dalam tanah juga akan mencemari sumber air resapan. Logam-logam berat yang dihasilkan oleh pabrik seperti: kadmium, lembaga, nikel, seng dan logam lainnya dapat mengumpul di tanah, merembes memasuki air tanah, dan kemudian mencemari cadangan air minum. Beberapa cara penyelesaian masalah air dapat dilakukan dengan :
  • Memperbaiki efensiasi, dengan cara mengganti pipa-pipa yang bocor sehingga air tidak terbuang sia-sia.
  • Pengolahan kembali air limbah untuk dipakai sebagai irigasi.

Tanah sebagai salah satu unsur habitat manusia juga tak luput dari permasalahan polusi. Kemajuan teknologi telah merubah budaya dan polahidup manusia. Industri telah menciptakan plastik sebagai alat pembungkus menggantikan daun( pisang, jati dan sebagainya). Alat-alat penampung air yang dibuat dari tanah liat( gentong , kendi, dan sebagainya) juga digantikan oleh plastik. Kepraktisan juga menjadi mode kehidupan yang baru, sehingga orang lebih suka memebeli makanan instant dengan bungkus berbahan strofoem dan plastik dibandingkan dengan membawa bekal makanan dan air dari rumah yang tempat maupun bungkusnya bisa dicuci untuk dipakai kembali. Di negara-negara yang masyarakatnya sudah sadar terhadap lingkungan terutama polusi plastik, mereka berusaha mengatasi dengan menyediakan tas kertas ( paper bag sebagai tempat belanjaan). Negara Jerman yang begitu prihatin dengan polusi, mengatasi masalah limbah plastik, dengan mengenakan ongkos tambahan untuk permintaan 1 kantong plastik sebesar 25 sen DM ( sekitar Rp. 1.250) polusi ini sitidaknya mempunyai akibat kepada manusia dalam hal :
  • Polusi udara,tanah dan air menyebabkan terjadinya gangguan-gangguan kesehatan kepada manusia.
  • Polusi udara menyebabkan orang-orang terganggu sistem pernapasannya, karena mengisap debu dan asap yang kotor. Asap-asap kotor yang dikeluarkan kendaraan bermotor yang sudah tidak bagus sistem penyaringanya juga menyebabkan berkurangya konsentrasi manusia, karena buangan gas kendaraan mengeluarkan gas CO yang membahayakan.
  • Polusi air bisa menyebabkan orang terkena penyakit kulit, yaitu gatal-gatal , alargi, dan sebagainya.
  • Polusi tanah , air, dan udara merupakan pemandangan yang tidak indah dan bahkan sangat mengganggu. Sekarang ini di Indonesia sangat susah untk menemukan parit atau sungai tanpa botol/ gelas aqua.
  • Dilihat dari segi produktivitas maka orang yang kesehatannya terganggu akan mengurangi produktivitasnya dan menambah anggaran untuk berobat.

E. Biodiversity /keanekaragaman hayati
Perubahan habitat tumbuh-tumbuhan dan hewan akibat dari pertambahan penduduk,kelangkaan air,polousi air,udara,dan tanah telah mengancam keanekaragaman hayati di dunia. Menurut world wide fund for nature menunjukkan bahwa 2/3 hutan dunia telah musnah akibat penebangan maupun kebakaran.Jumlah hewan yang terancam punah mencapai 5.202 jenis.
Survey yang ada menunjukkan bahwa ada kaitan yang erat antara tingkat jumlah penduduk denagn berkurangnya keanekaragaman hayati.

penyebab masalah lingkungan hidup yaitu :
1.Penduduk dan sumber dan sumber daya manusia
  • penduduk dunia jumlahnya akan melebihi 8 milliayar pada tahun 2025
  • pertambahan penduduk yang paling cepat akan terjadi di Negara-negara dinia 3 yaitu di Asia,Afrika dan Amerika latin.
  • tingkat konsumsi dan sumber bahan makanan anatara Negara dunia 3 dan Negara maju berbeda.
  • perbedaan juga terjdi dalam tingkat kesehatan pendidikan dan kondisi sosial

2.ketersediaan bahan makanan
  • meskipun produksi pangan meningkat yaitu padi-padian menjadi 2,5Xnya,daging meningkat 3Xnya,susu 2Xnya antara tahun 1950 sampai 1985 tetapi bencana kelaparan semakin meluas.
  • peningkatan produksi makanan karena menggunakan pu[puk kimia,testusida dan penigkatan irigasi,namun keadaan ini tidak dinikmati oleh petani kecil.
  • metode baru dalam penigkatan produksi makanan ternyata mengakibatkan kerusakan lingkungan
  • subsidi pertanian di Negara maju telah menyebabkan terjdinya pemanfaatan tanah dan bahan kimia secara berlebihan sehingga merugikan Negara dunia 3.
  • hutang yang ditanggung Negara dunia 3 memaksa mereka untuk memanfaatkan SDA secara besar-besaran.

3.Tantangan yang dihadapi di kota
  • tekanan yang diakibatkan oleh adanya pertumbuhan penduduk menyebabkan inprastrutur dan pelayanan terhadap kepentingan umum tidak memadai
  • masalah yang paling mendesak adalah pengguran,kesenjangan sosial dll.

4.Energi
  • konsumsi energy tahun 2025 diperkirakan meningkat 40%
  • jumlah energi yang dapat dihasilkan kembali hanya berjumlah 21%
  • ketergantungan terhadap bahan bakar fosil

5.Industri
  • antara tahun 1950 sampai 1987 produksi barang-barang menigkat 7 X
  • perdagangan barang manufaktur mengkat dibandingkan barang primer
  • pola industrialisasi di Negara dunia 3 merupakan cermin yang pernah terjdi di negara maju.
  • kemampuan negara dunia 3 dalam mengatasi masalah yang diakibatkan oleh proses industry

6. Spesies dan ekosistem
  • keseluruhan jumlah spesies yang ada di dunia berkisar antara 5-30 juta,
  • ekosistem yang paling beranekaragam terdapat di hutan tropis yang basah
  • pertambahan penduduk yang paling cepat akan terjadi di negara dunia 3.
  • tingkat konsumsi dan sumber bahan makanan antara negara dunia 3 dan maju berbeda

7. tanggung jawab bersama
  • masalah lingkungan yang berkaitan dengan kelautan terjadi akibat penangkapan ikan yang berlebihan dan polusi laut.
  • penyebab plusi laut: pembuangan limbah keluarga, industri dan pertanian
  • masalah pengaturan laut di atur melalui konfensi 1972
  • peningkatan jumlah dan area yang terpolusi menunjukan bahwa orang belum bersungguh-sungguh untuk mengatasi masalah ini.

8. perselisihan dan degradasi lingkungan
  • kemerosotan lingkungan yang disebabkan oleh eksploitasi tanah yang berlebihan
  • ancaman akan adanya perang nuklir membuat orang semakin mengkhawatirkan terhadap kerusakan ekosistem global

Kesadaran masyarakat terhadap lingkungan hidup dan juga adanya tekanan dari kelompok pencinta lingkungan hidup.Ramah tidaknya ditentukan dari bahan bakunya saat diproses, sampai saat tidak di pakai lagi. Kesadaran lingkungan melalui keputusan pembelian maupun pemakaian produk ini sudah saatnya untuk di perhatikan dengan pertimbangan moral maupun ekonoomi.
































DAFTAR PUSTAKA

niningnurzaini.blogspot.com/2015/06/isu-isu-global-masa-kini-dan-masa-depan.html?m=1


izzaucon.blogspot.com/2014/06/konsep-perspektif-global.html?m=1






































PERSPEKTIF GLOBAL
Tentang
ISU-ISU GLOBAL TENTANG
MASA KINI DAN MASA DEPAN
index

Kelompok 1/ 13BKT 08
ELVIRA ANGGREANI                    1300516
DESI YULIANI                       1300561
ANGGA FAHREZA                1300584


DOSEN PEMBIMBING :       Dra. Zuraida, Mpd


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Soal Penilaian Akhir Semester Dua Budaya Alam Minangkabau

A. Berilah tanda (x) pada jawaban yang paling benar!   1. Acara menaikkan Rumah bertujuan untuk…. a. Kelihatan mewah b. Mengadakan do’a selamat c. Biar dipuji orang d. Membanggakan 2. Himpunan orang sekaum adalah…. a. Se ibu c.   Sepayung b. Saparuik d.   Sesuku 3. Rumah gadang didirikan berstatus koto atau nigari biasanya memiliki gonjong…. Buah a. Dua c.   Empat b. Tiga d.   Lima 4. Suku Wira adalah piliang dan suku Bayu juga piliang. Wira dan Bayu disebut…. a. Sesuku c.   Sekampung b. Seibu d.   Sekawan 5. Bagi orang Minangkabau, yang di jadikan tempat bermusyawarah adalah…. a. Rumah gadang b. Kantor c. Mushalla d. Kantor pemda 6. Rumah gadang jarang rusak bila terjadi gempa, sebab tiangnya diletakkan di atas…. a. Kayu c.   Batu b. Tembok d. Tanah 7. Adat Minangkabau sesuai dengan ajaran…. a. Khatolik c.   Hindu b. Bu...

Tantangan dan Prospek Pendidikan Sekolah Dasar di Indonesia Saat Ini

Pendidikan Sekolah Dasar (SD) merupakan fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pendidikan SD di Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang perlu diatasi. Artikel ini akan menjelaskan tantangan utama yang dihadapi pendidikan SD saat ini, termasuk kurangnya fasilitas, ketimpangan kualitas pendidikan, dan tantangan dalam implementasi kurikulum. Selain itu, artikel ini juga akan membahas prospek dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan kualitas pendidikan SD di Indonesia. I. Tantangan dalam Pendidikan Sekolah Dasar     A. Kurangnya Fasilitas Pendukung Kekurangan ruang kelas, fasilitas olahraga, dan laboratorium: Banyak sekolah dasar di Indonesia masih mengalami kekurangan ruang kelas yang memadai. Selain itu, fasilitas olahraga dan laboratorium juga seringkali tidak memadai atau bahkan tidak tersedia di sekolah-sekolah tersebut. Tantangan aksesibilitas pendidikan di daerah terpencil dan peda...