POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN
A. Pengertian Populasi dan Sampel
Populasi adalah kumpulan dari keseluruhan pengukuran, objek, atau individu yang sedang dikaji. Jadi, pengertian populasi dalam statistik tidak terbatas pada sekelompok/kumpulan orang-orang, namun mengacu pada seluruh ukuran, hitungan, atau kualitas yang menjadi fokus perhatian suatu kajian.Suatu pengamatan/survey terhadap seluruh anggota populasi disebut sensus. Populasi sering juga disebut universe atau sekelompok individu atau objek yang memiliki karakteristik yang sama, misalnya status sosial sama, atau obyek lain yang mempunyai karakteristik sama seperti golongan darah.
Ada banyak sekali pengertian dari populasi, berikut beberapa pendapat para ahli tentang pengertian dari populasi.
1. Ismiyanto – populasi adalah keseluruhan subjek atau totalitas subjek penelitian yang dapat berupa; orang, benda, / suatu hal yang di dalamnya dapat diperoleh dan atau dapat memberikan informasi (data) penelitian.
2. Arikunto – Populasi adalah keseluruhan objek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi.
3. Sugiyono – Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas, obyek/subjek yang mempunyai kuantitas & karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Dari sekian pendapat para ahli dapat kita simpulkan bahwa populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek/subyek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Yang dimaksud dengan populasi di sini ialah tidak hanya terpaku pada makhluk hidup, akan tetapi juga semua obyek penelitian yang dapat diteliti. Populasi tak hanya meliputi jumlah obyek yang ditelitii, akan tetapi meliputi semua karakteristik serta sifat- sifat yang dimiliki obyek tersebut.
Sedangkan sampel menurut pendapat para ahli adalah sebagai berikut :
1. Arikunto (2006: 131), sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Jika kita hanya akan meneliti sebagian dari populasi, maka penelitian tersebut disebut penelitian sampel.
2. Nana Sudjana dan Ibrahim (2004: 85) menyatakan bahwa sampel adalah sebagian dari populasi terjangkau yang memiliki sifat yang sama dengan populasi.
Dari kedua pendapat diatas dapat kita simpulkan bahwa sampel merupakan sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi.Atau sampel juga bisa disebut sebagai bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu yang dapat mewakili populasinya.Sampel digunakan jika populasi yang di teliti besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari seluruh populasi.Kendala tersebut dapat terjadi karena adanya keterbatasan biaya, tenaga dan waktu yang di miliki peneliti. Sampel yang akan digunakan dari populasi haruslah benar-benar dapat mewakili populasi yang diteliti.
B. Macam-macam Populasi dan Sampel
1. Jenis Jenis populasi
Ada dua macam jenis populasi, yaitu populasi terbatas dan populasi tidak terbatas (tak terhingga).
a. Populasi Terbatas
Populasi terbatas mempunyai sumber data yang jelas batasnya secara kuantitatif sehingga dapat dihitung jumlahnya. Contoh : Jumlah penduduk kota Bandung 2.500.000 jiwa.
b. Populasi Tak Terbatas
Populasi tak terbatas yaitu sumber datanya tak dapat ditentukan batas-batasnya sehingga relatif tidak dapat dapat dinyatakan dalam bentuk jumlah. Contoh : Suatu percobaan seorang bandar akan melemparkan sepasang dadu sampai tak terhingga kali lemparannya. Maka setiap kali mencatat sepasang bilangan yang muncul akan mendapatkan sepasang nilai yang tak terhingga pula.
Berdasarkan sifatnya populasi dapat digolongkan menjadi populasi homogen dan populasi heterogen.
a. Populasi homogen
Populasi homogen adalah sumber data yang unsurnya memiliki sifat atau keadaan yang sama sehingga tidak perlu mempermasalahkan jumlahnya secara kuantitatif.
b. Populasi heterogen
Populasi heterogen adalah sumber data yang unsurnya memiliki sifat atau keadaan yang berbeda (bervariasi) sehingga perlu ditetapkan batas-batasnya baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif.
3. Jenis jenis Sempel
a. Probability Sampling
Adalah teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsure (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Teknik ini meliputi:
1) Simple Random Sampling
Dikatakan simple atau sederhana karena pengambilan sampel anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Cara demikian dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen.
2) Proportionate Stratified Random Sampling
Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/ unsure yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional.
3) Dispropotionate Stratified Random Sampling
Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional
4) Cluster Sampling (area sampling)
Teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, misalnya penduduk dari suatu negara, provinsi atau kabupaten. Untuk menentukan penduduk mana yang akan dijadikan sumber data, maka pengambilan sampelnya berdasarkan daerah populasi yang telah ditetapkan
b. Nonprobability Sampling
Nonprobability Sampling adalah teknik yang tidak memberi peluang/ kesempatan sama bagi setiap unsure atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik sampel ini meliputi:
1) Sampling Sistematis
Sampling sistematis adalah teknik penentuan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut,
2) Sampling Kuota
Sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan
3) Sampling Aksidental
Sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan ketemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.
4) Sampling Purposive
Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Misalnya akan melakukan penelitian tentang disiplin pegawai, maka sampel yang dipilih adalah orang yang ahli dalam bidang kepegawaian saja.
5) Sampling Jenuh
Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relative kecil, kurang dari 30 orang.
6) Snowball Sampling
Snowball sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian sampel itu disuruh memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel. Begitu seterusnya, sehingga jumlah sampel semakin banyak. Ibarat bola salju yang menggelinding makin lama semakin besar
C. Penarikan sampel penelitian kualitatif
Objek kajian penelitian kualitatif sering bersifat kasuistik. Peneliti tidak mementingkan generalisasi. Oleh karena itu, sampel ditentukan secara purposif (sengaja/dengan pertimbangan) sehingga sampel penelitian tidak perlu mewakili populasi. Adapun pertimbangan penelitian sampel bukan berdasarkan pada aspek keterwakilan populasi didalam sampel. Pertimbangannya lebih pada kemampuan sampel (informan) untuk memasok informasi selengkap mungkin kepada peneliti. Sampel yang digunakan dalam metode penelitian kualitatif adalah sampel kecil, tidak representatif, purposive (snowball), dan berkembang selama proses penelitian.
Nasution (1992) mengungkapkan bahwa metode kualitatif sampelnya sedikit dan dipilih menurut tujuan (purpose) penelitian.Penelitian ini sering berupa studi kasus atau multi kasus.Penelitian kualitatif tidak menggunakan istilah populasi, tetapi dinamakan situasi sosial yang terdiri dari tiga elemen, yaitu tempat (place), pelaku (actor), dan aktivitas (activity). Berikut ini akan dijelaskan mengenai penggunaan sampel pada penelitian kualitatif secara rinci.
Selain istilah probability sampling dan non-probability, dikenal pula istilah khusus dalam pengambilan sampel penelitian kualitatif. Prinsip penelitian kualitatif adalah pada upaya menggambarkan dinamika sejumlah kecil informasi, lalu kemudian mendalami informasi dari mereka.Metode pengambilan sampel yang representative tentuny tentunya juga tidak perlu terlalu diperhitungkan, karena itu sampelnya sering disebut sebagai purposive sampling.
Beberapa teknik pengambilan sampel penelitian kualitatif adalah sebagai berikut :
1. Extream Case Sampling
Pada model ini, peneliti memilih dua kelompok atau lebih yang berbeda secara ekstrim, misalnya dari kelompok yang berbeda secara ekstrim, misalnya dari kelompok yang kaya dan kelompok yang miskin.Dengan membandingkan dua kelompok yang ekstrim ini, maka peneliti bisa mendapatkan informasi mengenai hal-hal yang dipehatikan atau menjadi penentu dari keadaan kesehatan kedua kelompok.
2. Maximum Variation Sampling
Penenliti ingin mendapatkan informasi menyeluruh dari seluruh kemungkinan kelompok yang mungkin mengalami masalah kesehatan, harus mengumpulkan data yang menggunakan maximum variation sampling. Jika misalnya seorang peneliti ingin melihat dampak pengobatan pada pasien TB, maka peneliti harus menyertakan pasien yang sedang berobat, termasuk juga yang sudah sembuh. Jika peneliti ingin memperoleh informasi mengenai stigma penyakit AIDS di masyarakat, yang harus diteliti bukan hanya kelompok terdidik-tidak terdidik, tetapi juga mungkin yang tinggal di desa-kota, perempuan-laki-laki, dan atau kelompok-kelompok lain.
3. Homogenous Sampling
Jika peneliti ingin memperoleh informasi hanyaa dari satu kelompok saja, dimana sebuah masalah ingin diketahui penyebab atau akibatnya, maka teknik ini bisa digunakan.Jika peneliti misalnya ingin mengetahui mengenai kebiasaan merokok lebih banyak pada laki-laki, maka peneliti bisa mengkonsentrasikan penelitiannya pada kelompok ini saja.
4. Typical Case Sampling
Teknik ini mengasumsikan bahwa beberapa kelompok memiliki masalah khusus yang khas.Misalnya pada perempuan yang menyusui, perlu diteliti khusus perseoalan yang dialami oleh mereka yang berkerja. Mereka yang berkerja barangkali memiliki persoalan khusus yang tidak sama dengan mereka yang tidak berkerja, dalam hal menyusui. Atau, persoalan perilaku lingkungan yang mungkin hanya ada pada keompok yang bertempat tinggal di wilayah tertentu.Hail-hal ini diperlukan untuk melihat ke-khasan masalah yang mereka hadapi.
5. Critical Case Sampling
Dalam teknik ini, penelitian dilakukan hanya pada kelompok kritis yang kemungkinan besar adalah kelompok yang paling sulit di ubah.Jika kita ingin meluncurkan sebuah program kampanye ASI misalnya, maka uji coba dilakukan terlebih dahulu pada kelompok ibu-ibu yang tidak berpendidikan dan bertempat tinggal jauh dari jalan raya, karena mereka adalah kelompok yang kemungkinan sulit mencari perubahan.
6. Snowball or Chain Sampling
Pendekatan teknik ini menggunakan beberapa orang informasi saja terlebih dahulu untuk kemudian memberikan informasi mengenai informasi lain yang mungkin dapat memberikn informasi baru atau tambahan.
D. Pengambilan Sampel Pada Penelitian Kuantitatif
1. Metode Acak Sederhana (Simple Random Sampling)
Metode acak sederhana diterapkan pada populasi yang sangat homogen.Itu sebabnya, dimanapun dan siapapun yang terpilih tidak akan mempengaruhi hasil yang akan didapatkan. metode yang digunakan biasanya adalah mendaftar seluruh populasi lalu dengan menggunakan system lotere, didapatkan sampel sesuai dengan besar sampel yang telah ditetapkan sebelumnya. Cara lain yang digunakan adalah dengan menggunakan tabel bilangan random. Tabel bilangan random biasanya tersedia dibuku yang membahas metodelogi penelitian.
Contoh seperti di bagian belakang banyak buku penelitian, misalnya pada salah satu lembarannya, dicuplik sebagian tabel bilangan random.
10 09 73 25 33
37 54 20 48 05
03 42 26 89 53
99 01 90 25 29
12 80 79 99 70
Tabel diatas memperlihatkan cuplikan bilangan random, yang dipakai untuk kebutuhan praktis nanyinya dapat dimulai dari halamn mana saja dan dari bagian mana saja. Jika jumlah sampel terdiri jumlah puluhan, maka sampel terpilih 09, 73, 25, 33, 37, demikian seterusnya akan terpilih menjadi sampel penelitian. Misalnya jumlah sampel yang harus dipenuhi adalah sebanyak 20 unit sampel, maka 10, 09, 20, 05, 03,01 dan 12 adalah sebagian dari sampel yang terpilih dari daftar diatas. Metode pemilihan bilangan acak ini juga bisa menggunakan kalkulator yang banyak menyediakan angka bilangan random.
2. Metode Sistematis (Systematic Sampling)
Metode ini adalah sebuah metode yang sistematis. Asumsi yang digunakan sama dengan metode yang sebelumnya, yaitu bahwa terdapat distribusi yang homogeny didalam populasi. Dengan meggunakan jarak yang merupakan pembagian antara populasi dengan sampelnya, maka ditemukan sebuah pola. Misalnya jika pada populasi yang terdiri atas 100 orang sementara jumlah sampel adalah 10 orang, maka sampel yang terpilih adalah urutan yang sesuai dengan 100/10=10, maka sampel yang diambil adalah sampel dengan nomor urut 1, 10, 20 dan seterusnya.
3. Metode Acak Berlapis (Stratified Random Sampling)
Metode ini digunakan jika di dalam populasi terdapat perbedaan atau strata tertentu.Misalnya jika populasinya adalah sekelompok siswa di sebuah sekolah menengah, maka terdapat siswa di kelas I. kelas II, dan kelas III.
Terdapat dua metode untuk memperoleh sampelnya.Cara pertama disebut sebagai metode proporsional, metode ini menggunakan proporsi masing-masing tingkatan. Jika di kelas I terdapat 100 orang siswa, di kelas II terdapat 150 siswa dan di kelas III terdapat 75 siswa, maka jumlah sampel akan tersebar secara proporsional di masing-masing kelas, yaitu sebesar :
Di kelas I Jumlah siswa 100 - Jumlah sampel =100/325
Di kelas II Jumlah siswa 150 - Jumlah sampel = 150/325
Di kelas III Jumlah siswa 75 - Jumlah sampel = 75/325
Jumlah siswa 325
Cara yang kedua adalah dengan menggunakan kuota. Jika di dalam populasi ditemukan bahwa tingkatan tedapat 3, maka untuk setiap tingkatan diputuskan untuk membagi jumlah sampelnya sama besar. Untuk contoh di atas, jika berdasarkan perhitungan sampel ditemukan bahwa besar sampel adalah 75 orang, maka untuk setiap tingkatan ditentukan ditentuak masing-masing 25 orang siswi sebagai sampel peneltian.
4. Metode Kelompok/Gugus (Cluster Sampling)
Metode cluster sampling adalah metode dimana di asumsikan bahwa populasi memliki kelompok-kelompok yang satu sama lain memiliki karakteristik yang hampir sama. Itu sebabnya penelitian terhadap satu kelompok saja dianggap merupakan penelitian terhadap populasi tersebut.
5. Metode Bertahap (Multistage Sampling)
Dalam keadaan dimana terdapat populasi yang sangat besar dengan tingkat sebaran yang luas disertai karakteristik yang sangat berbeda-beda, maka diperlukan metode pengmbilan sampel yang mengkombinasikan seluruh metode.Metode ini disebut sebagai multistage sampling.
Memilih teknik sampling yang paling tepat tentunya tidak mudah.Diperlukan pengetahuan terhadap populasi. Semakin homogeny populasi semakin mudah kita menentukan teknik samplingnya karena diasumsikan bahwa teknik sampling tidak akan memepengaruhi kualitas data. Akan tetapi semakin homogeny sebuah populasi diperlukan pertimbangan-pertimbangan yang harus dikombinasikan dengan kemampuan peneliti, waktu,dana, tenaga serta ketersediaan data-data dipopulasi itu sendiri.
Sering sekali seorang peneliti harus membuat sendiri daftar populasi yang di akibatkan tidak memadainya pencatatan seperti di Kantor Kelurahan, Kecamatan atau Kabupaten, Badan Pusat Statistik, Medical Record atau lain sebagainya.Itu berarti peneliti harus berkerja berkerja dengan lebih keras lagi. Maka jika diperharapkan pada situasi yang mendesak dan amat terbatas, peneliti dapat menggunakan non-probability sampling. Akan tetapi kesimpulan yang dihasilkan nantinya tetap akan sangat terbatas dibandingkan dengan menggunakan probability sampling.
Menurut defenisinya, probability sampling technique mempertimbangkan representativeness. Representativeness/ Keterwakilan yang baik, tentunya akan meghasilkan kesimpulan yang baik pula. Meski tidak dapat menjamin representativeness-nya, metode non-probability sampling bukan tidak mungkin dilakukan.
Beberapa metode yang lazim digunakan adalah sebagai berikut :
1. Purposive Sampling
Purposive Sampling merupakan sebuah cara untuk mendapatkan sampel dengan memilih sampel di antara populasi sesuai dengan yang dikehendaki oleh peneliti.
2. Concecutive Sampling
Cara ini diterapkan dengan memilih sampel setelah sebelumnya sudah ditetapkan criteria yang harus dipenuhi.Sampel diambil dalam suatu kurun waktu yang telah ditetapkan oleh peneliti sampai jumlah sampel terpenuhi.
3. Convinience Sampling
Metode ini menggunakan subjektifitas peneliti.Jika peneliti menilai bahwa sebuah subjek memenuhi krtiteria dan kesempatan peneliti juga ada, maka pengambilan data dilakukan.Tetapi jika peneliti merasa bahwa penelitian harus dihentikan, maka penelitian pun harus dihentikan.
4. Quota Sampling
Quota sampling adalah cara untuk menetapkan sampel berdasarkan jatahnya sesuai dengan maksud dan kapasitas yang dimungkinkan oleh penelti.
E. Manfaat Sampel
Pada umumnya pada penelitian kuantitatif selalu berhubungan sampel dan teknik sampling, ada beberapa keuntungan atau manfaat menggunakan sampel dalam proses penelitian antara lain sebagai berikut:
1. Penggunaan sampel dapat menghemat biaya, waktu, dan tenaga. Kadang kala dalam penelitian terdiri dari elemeen-elemen yang banyak ragamnya dan banyak pula jumlahnya, sehingga tidak mungkin peneliti melaksanakan penelitian kepada seluruh anggota populasi yang ada. Oleh sebab itu dengan menggunakna teknik sampling yang benar akan mempermudah dan menyederhanakan penelitian yang dilakukan peneliti.
2. Hasil penelitian akan lebih akurat dan mendalam. Populasi yang terlalu banyak akan menyulitkan peneliti untuk menggali berbagai hal yang yang berhubungan dengan penelitian yang sedang dilaksanakan, sehingga data yang diperoleh kurang lengkap. Oleh sebab itu hasil penelitian mungkin akan ngambang dan kurang tepat.
3. Teknik sampling yang tepat akan mempermudah proses penelitian. Apa bila anggota populasi sangat beragam bisa menyebabkan sebuah penelitian menjadi sulit. Sehingga tidak menutup kemungkinan mengakibatkan kesalahan dalam menarik kesimpulan.
F. Langkah-Langkah Pengambilan Sampel
Dalam suatu penenelitian sampel harus representative, artinya sampel harus bisa mewakili sebuah populasi. Agar sampel representative dalam menentukan sampel harus memperhatikan langkah-langkah dalam menentukan sampel sebagai berikut:
1. Menentukan target populasi
Target populasi disebut juga dengan batasan populasi.Sebelum menentukan teknik sampling, perlu dijelaskan terlebih dahulu, karena jumlah dan karakteristik populasi dapat mempengaruhi teknik sampling yang kita gunakan.
2. Mendaftar seluruh elemen unit populasi
Kadang kala populasi itu terdiri dari banyak elemen atau unit. Setiap elemen dalam populasi itu harus didaftar satu per satu, sehingga akan diketahui mana yang termasuk populasi mana yang tidak. Dalam tahap ini juga perlu dicari karakteristik anggota populasi, apakah populasi tersebut bersifat homogeny atau heterogenyang mengandung banyak elemen. Jika heterogen maka kita harus mengelompokkan agar setiap elemen itu terwakili, sehingga akan memberikan kejelasan tentang validitas dan reabilitas kesimpulan yang dihasilkan.
3. Menentukan sumber informasi
Setelah diperoleh kejelasan populasi, maka selanjutnya adalah menentukan dari mana bisa memperoleh data tentang populasi tersebut.Sumber populasi sangat tergantung dengan karakteristik dari populasi itu sendiri.
4. Menentukan jumlah anggota sampel yang akan diambil
Berapa banyak jumlah anggoa sampel yang diambil tidak ada ketentuannya, sesuai dengan keinginan peneliti itu sendiri. Biasanya banyaknya jumlah sampel ditentukan oleh pertimbangan yang bersifat teknis dan praktis yaitu, disesuaikan dengan waktu yang tersedia, dana yang ada atau pertimbangan dari sponsor. Serta pertimbangan yang berhubungan dengan sifat dan karakteristik populasi itu sendiri.
5. Menentukan teknik sampling yang akan digunakan
Setelah jumlah sampel yang akan digunakan sudah ditentukan, maka langkah selanjutnya adalah menentukan teknik sampling.Teknik sampling yang digunakan harus sesuai dengan karakteristik populasi.
G. Menentukan Ukuran Sampel
Jumlah anggota sampel sering dinyatakan dengan ukuran sampel. Jumlah sampel iharapkan 100% mewakili dari populasi adalah sama dengan jumlah populasi itu sendiri. Jadi bila jumlah populasi 1000 orang maka hasil penelitian itu akan berlaku pada 1000 orang tersebut tanpa ada kesalahan, maka jumlah sampel yang diambil sama dengan jumlah populasi tersebut. Makin besar jumlah sampel mendekati populasi maka akan semakin kecil peluang kesalahan generalisasi yang akan terjadi, dan sebaliknya semakin kecil jumlah sampel menjauhi populasi maka akan semakin besar peluang terjadi kesalahan generalisasi.
Berapa jumlah anggota sampel yang tepat pada penelitian adalah tergantung pada tingkat ketelitian dan kesalahan yang dikehendaki oleh peneliti. Hal ini sering kali dipengaruhi oleh sumber dana, waktu, dan tgenaga yang tersedia. Rumus untuk menghitung ukuran sampel dari populasi yang diketahui jumlahnya adalah sebagai berikut:
= 1, taraf kesalahan bisa 1%, 5%, 10%
P = Q = 0,5 d = 0,05 s = jumlah sampel
H. Kesalahan Umum dalam Sampling
Para pneliti pemula mungkin akan melakukan beberapa kesalahan di dalam menarik sampel-sampel untuk kajian-kajian mereka. Sebagian dari kesalahan-kesalahn sampling pada umumnya adalah sebagai berikut:
1. Menyeleksi subjek-subjek untuk suatu sampel karena tersedia dan ini menyenangkan bagi peneliti untuk menggunakannya, disamping menyeleksi subjek-subjek dengan berdasarkan ketepatan dalam hal-hal populasi target. Jika sampel tidak tepat, temuan-temuan dari kajian tidak dapat digeneralisasikan.
2. Menyeleksi sujek-subjek untuk kelompok yang dibandingkan dari populasi-populasi yang berbeda: jika perbandingan antara kelompok-kelompok tidak valid.
3. Menyeleksi suatu sampel yang tidak tipikal dari populasi
4. Menyeleksi suatu sampel yang terlalu kecil untuk desain penelitian dan analisis statistik yang digunakan.
5. Menyeleksi sampel yang gagal memenuhi kebutuhan desain penelitian.
6. Menggunakan para relawan tetapi gagl untuk menentukan apakah mereka berbeda dengan para non relawan tentang beberapa karakteristik atau kemampuan yang kursial pada kajian tersebut.
7. Menyeleksi sampel yang tidak membuat syarat-syarat untuk pergeseran dan mungkin pada akhir kajian terbukti terlalu kecil.
DAFTAR PUSTAKA
Nazir, Moh.2003. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. Jakarta
Martono, Nanang. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta : PT Rajagrafindo Persada
Sukardi. 2008. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Alfabeta
Subagiyo, Joko. 2011. Metode Penelitian dalam Teori & Praktik. Jakarta : Rhineka Cipta
Yusuf,Muri. 2007. Metodogi Penelitian. Padang : UNP Press
http://www.pengertianahli.com/2013/11/pengertian-populasi-dan-sampel.html diakses pada 17 Juli 2016
http://www.pengertianku.net/2015/03/pengertian-populasi-dan-sampel-serta-teknik-sampling.html diakses pada 17 Juli 2016
http://bintorobagus.blogspot.co.id/2012/09/jenis-jenis-populasi-dan-sempel.html diakses pada 17 Juli 2016
http://adindascabiosa.blogspot.co.id/2013/12/teknik-pengambilan-sampel.html diakses pada 17 Juli 2016
http://www.eurekapendidikan.com/2014/11/teknik-sampling-pada-penelitian.html diakses pada 17 Juli 2016
http://adindascabiosa.blogspot.co.id/2013/12/teknik-pengambilan-sampel.html diakses pada 17 Juli 2016
A. Berilah tanda (x) pada jawaban yang paling benar! 1. Acara menaikkan Rumah bertujuan untuk…. a. Kelihatan mewah b. Mengadakan do’a selamat c. Biar dipuji orang d. Membanggakan 2. Himpunan orang sekaum adalah…. a. Se ibu c. Sepayung b. Saparuik d. Sesuku 3. Rumah gadang didirikan berstatus koto atau nigari biasanya memiliki gonjong…. Buah a. Dua c. Empat b. Tiga d. Lima 4. Suku Wira adalah piliang dan suku Bayu juga piliang. Wira dan Bayu disebut…. a. Sesuku c. Sekampung b. Seibu d. Sekawan 5. Bagi orang Minangkabau, yang di jadikan tempat bermusyawarah adalah…. a. Rumah gadang b. Kantor c. Mushalla d. Kantor pemda 6. Rumah gadang jarang rusak bila terjadi gempa, sebab tiangnya diletakkan di atas…. a. Kayu c. Batu b. Tembok d. Tanah 7. Adat Minangkabau sesuai dengan ajaran…. a. Khatolik c. Hindu b. Bu...
Komentar
Posting Komentar