SISTEMATIKA PENULISAN PROPOSAL
A. Pengertian Sistematika Penulisan
Sistematika merupakan suatu penjabaran secara deskriptif tentang hal-hal yang akan ditulis, yang secara garis besar terdiri dari Bagian Awal, Bagian Isi dan Bagian akhir. Untuk bagian awal format Sistematika Penulisan ini berisikan beberapa unsur yang mengandung gambaran dari isi karya tulis, kemudian untuk bagian isi merupakan penjelasan detail mengenai content dari karya tulis dan untuk bagian akhir merupakan data-data pelengkap dan pendukung pembuatan penulisan.
Sistematika penulisan merupakan penjabaran tentang hal-hal yang akan ditulis dalam sebuah karya tulis. Karya tulis dapat bermacam-macam jenisnya misalnya sebuah buku, novel, makalah, skripsi ataupun tesis. Seorang penulisa atau penyusun karya tulis harus paham tentang sistematika penulisan karya tulis yang akan dibuat. Apalagi jika berbentuk karya ilmiah.
.
B. Bentuk Sistematika Penulisan Proposal
Bentuk sistematika penulisan proposal secara umum yaitu :
1. Latar Belakang Masalah
Teknik penulisan Latar Belakang Permasalahan dalam penelitian dimulai dari pengungkapan secara sistematis deskripsi masalah secara makro pada tingkat global menuju permasalahan yang bersifat mikro yang terjadi di lokasi penelitian. Penulisan masalah ini dilakukan dengan memaparkan variabel terikat (dependent) sebagai pokok pikiran utama dan variabel bebas (independent) sebagai pokok pikiran penjelas. Unsur pokok yang harus ada dalam penulisan Latar Belakang Permasalahan adalah perlunya menonjolkan bahwa masalah itu sangat penting untuk diatasi dan menarik untuk diteliti. Pada dasarnya teknik menulis latar belakang harus memenuhi syarat-syarat di bawah ini :
a. Hal-hal yang ideal/normative/harapan
b. Actual-fenomena yang teramati
c. Adakah kesenjangan
d. Masalah utama
e. Konsekuensi apa yang muncul bila masalah tersebut dibiarkan
f. Dimana hal itu terjadi
g. Intervensi apa yang relevan
2. Batasan Masalah
Batasan-batasan dalam suatu penelitian diperlukan agar ruang lingkup masalah tidak meluas. Batasan-batasan ini terkait dengan keterbatasan dana, waktu, tenaga, pengumpulan data dan analisisnya, serta relevansi kualifikasi peneliti dengan permasalahan yang akan dibahasnya. Pada intinya seorang peneliti berwenang memberikan batasan-batasan demi terlaksananya dan terselesaikannya sebuah proses penelitian. Batasan-batasan ini tentunya juga berpengaruh pada proses generalisasi dari hasil penelitiannya. Cara membatasi masalah antara lain:
a. Membatasi (memilih satu atau dua) masalah yang akan diteliti (pilih satu atau dua dari yang sudah diidentifikasi)
b. Menegaskan pengertiannya
c. Memaparkan data-data yang memberikan gambaran lebih rinci
3. Perumusan Masalah
Rumuskan dengan jelas permasalahan yang ingin diteliti. Uraikan pendekatan atau konsep untuk menjawab masalah yang diteliti, hipotesis yang akan diuji, atau dugaan yang akan dibuktikan. Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan definisi, asumsi, dan lingkup yang menjadi batasan penelitian. Uraian perumusan masalah tidak perlu dalam bentuk pertanyaan.
4. Tujuan Penelitian
Tujuan pada dasarnya merupakan pernyataan tentang apa yang menjadi harapan, atau sesuatu yang ingin diketahui. Pernyataan tersebut merupakan hal-hal yang ingin dilakukan peneliti dalam penelitiannya. Perumusan Tujuan penelitian, dibuat dengan mengacu pada masalah/pertanyaan penelitian. Dengan demikian, antara tujuan dan masalah penelitian saling terkait. Teknik penulisannya, Tujuan penelitian dirumuskan dengan kalimat pasif, karena tujuan merupakan pernyataan kondisi yang akan dicapai.
Dalam penulisan proposal penelitian, Tujuan penelitian biasanya dibedakan menjadi Tujuan umum dan khusus. Tujuan umum, berisi tentang hal yg akan dicapai pada akhir penelitian, yaitu menjawab masalah penelitian. Sedangkan Tujuan khusus, berisi penjabaran tentang hal yang akan dicapai untuk memenuhi/mencapai tujuan umum, yaitu merupakan tahap-tahap yang akan dilakukan dalam penelitian.
5. Manfaat Penelitian
Uraikan manfaat hasil penelitian secara singkat dan jelas untuk pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi kebidanan, seni pemecahan masalah, pengembangan institusi, profesi kebidanan dan kesehatan klien.
6. Kajian Pustaka / Landasan Teori
Usahakan pustaka terbaru, relevan dan asli, misalnya jurnal ilmiah. Uraikan dengan jelas kajian pustaka yang menimbulkan gagasan dan mendasari penelitian yang dilakukan. Tinjauan pustaka menguraikan teori, temuan dan bahan epenelitian lain yang diperoleh dari acuan pustaka, yang dijadikan landasan untuk melakukan penelitian yang diusulkan. Uraian dalam tinjaun pustaka dibawa untuk menyusun kerangka atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. Tinjauan pustaka mengacu pada daftar pustaka.
7. Metodologi Penelitian
Uraikan metode yang digunakan dalam penelitian secara rinci. Uraian dapat meliputi variabel dalam penelitian, model yang digunakan, rancangan penelitian, teknik pengumpulan data dan analisis data, cara penafsiran hasil penelitian. Untuk mpenelitian yang menggunakan metode kualitatif, dapat dijelaskan pendekatan yang digunakan, proses pengumpulan dan analisis informasi, proses penafsiran dan penyimpulan hasil penelitian.
8. Objek Penelitian
Objek penelitian adalah sifat keadaan ( “attributes”) dari sesuatu benda, orang, atau keadaan, yang menjadi pusat perhatian atau sasaran penelitian. Sifat keadaan dimaksud bisa berupa sifat, kuantitas, dan kualitas (benda, orang, dan lembaga), bisa berupa perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan penilaian, sikap pro-kontra atau simpati-antipati, keadaan batin, dsb. (orang), bisa pula berupa proses dan hasil proses (lembaga).
9. Metode Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif dapat dilakukan dalam beberapa cara, diantaranya:
a. Wawancara, merupakan teknik pengumpulan data dengan percakapan yang bertujuan untuk mendapatkan konstruksi langsung dari sumber data
b. Diskusi kelompok,
c. Observasi, yakni melihat kondisi langsung lapangan yang dapat menjadi data tambahan peneliti kualitatif dalam mengembangkan penelitiannya. Umumnya teknik ini dipergunakan dalam penelitian etnografi
d. Review dokumen, dilakukan dalam sumber selain manusia, seperti rekaman dan dokumen tertulis
10. Metode Analisis Data
Setelah data dikumpulkan, langkah selanjutnya adalah analisa data. Dalam penelitian kualitatif terdapat beberapa jenis analisa data, diantaranya:
a. Descriptive summary
b. Descriptive statistic
c. Graphical representation
11. Hasil Penelitian yang diharapkan
Uraikan kontribusi penelitian dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, pemecahan masalah pembangunan, atau pengembangan kelembagaan.
12. Daftar Pustaka
Dalam penyusunan Daftar Pustaka dianjurkan, untuk menggunakan Buku Petunjuk tentang itu. Demikian pula untuk penulisan pustaka di dalam teks. Dengan menggunakan buku pedoman tidak hanya konsistensi penulisan dapat dijaga tetapi sekaligus juga mencerminkan kualifikasi dari penulisannya.
C. Teknik Penulisan
Teknik penulisan ada beberapa yaitu :
1. Pengetikan
Dalam pengetikan proposal ditulis pada kertas ukuran A4 dengan huruf Arial font 11, spasi 1,5 dan margin (kir -atas-bawah masing-masing 2,5 cm dan kanan2cm). Jumlah halaman proposal kurang-lebih 20 halaman dan wajib mengikuti kerangka yang memuat informasi tentang daftar isi dan abstrak.
2. Sampul
Sampul luar menggunakan karton tebal dan dilipasi plastic bening warna sampul sesuai dengan warna bendera fakultas masing-masing.
3. Spasi
Jarak antara dua baris pengetikan laporan adalah dua spsai. Khusus untuk nama, bab, judul tabel, dan judul gambar yang lebih dari satu baris diketik dengan jarak satu spasi dan daftar pustaka diketik dalam dua spsai.
4. Batas Tepi
Batas tepi pengetikan laporan mengikuti laporan sebagai berikut :
Tepi atas : 4 cm Tepi bawah : 3 cm
Tepi kiri : 4 cm Tepi kanan : 3 cm
5. Alinea baru
Pengetikan alinea baru harus dimulai pada ketukan keenam dari tepi kiri.
6. Bab,sub-sub dan anak sub-sub
a) Nama bab diketik dengan huruf capital dengan jarak 4 cm dari tepi atas. Nomor urut bab ditulis dengan huruf romawi dan ditulis ditengah-tengah kertas diatas nama bab.
b) Sub-sub dan nomor sub-sub dimulai dari batas tepi kiri. Huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf capital.
c) Anak sub-sub dimulai dari batas kiri. Huruf awal setiap ditulis dengan huruf kapital.
7. Penggunaan Huruf
Laporan diketik dengan menggunakan salah satu jenis huruf yaitu Times New Roman 12.
D. Cara Mengutip Rujukan
Kutipan merupakan suatu pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang penulis, atau ucapan yang terdapat dalam buku maupun majalah. Kutipan befungsi untuk menegaskan isi dari uraian atau membuktikan kebenaran dari apa yang diucapkan.
Perunjukan dilakukan dengan menggunakan nama akhir dan tahun diantara tanda kurung. Jika ada dua penulis, perujukan dilakukakn dengan cara menyebut nama akhir kedua penulis. Jika penulisnya lebih dari dua orang, penulisan rujukan dilakukan dengan cara menulis nama penulis pertama dari penulis tersebut, kemudian diikuti dengan dkk (dan kawan-kawan) atau et all. (et alili). Pilih salah satu, yang penting konsisten dalam satu karya ilmiah. Jika nama penulis tidak disebutkan, yang dicantumkan dalam rujukan adalah nama lembaga yang menerbitkan, nama dokumen yang diterbitkan, atau nama Koran.
1. Cara Merujuk Kutipan Langsung
a. Kutipan kurang dari 40 kata
Kutipan yang berisi kurang dari 40 kata, ditulis diantara tanda kutip (“…”) sebagai bagian yang terpadudalam teks utama, dan diikuti dengan nama penulis, tahun dan nomor halaman. Nama penulis dapat ditulis secara terpadu dalam teks atau menjadi satu dengan tahun dan nomor halaman di dalam tanda kurung. Perhatikan contoh berikut!
Nama penulis di sebut dalam teks secara terpadu.
Contoh :
Suharno (1995:124) menyimpulkan “ada hubungan yang erat antara factor social ekonomi dengan kemajuan belajar”.
b. Kutipan 40 kata atau lebih
Kutipan yang berisi 40 kata atau lebih, ditulis secara terpisah sari teks yang mendahuluinya (tanpa tanda kutip), ditulis 1,2 cm dari garis tepi sebelah kiri dan kanan, dan di ketik dengan jarak spasi tunggal. Nomor halaman juga di tulis.
c. Kutipan yang sebagian dihilangkan.
Apabila dalam mengutip langsung ada kata-kata dalam kalimat yang dibuang, kata-kata yang dibuang diganti dengan tiga titik.
2. Cara Merujuk Kutipan Tidak Langsung
Kutipan yang di sebut secara tidak langsung atau dikemukakan dengan bahasa penulis sendiri ditulis tanpa tanda kutip dan terpadu dalam teks. Nama penulis bahan kutipan dapat disebut terpadu dalam teks atau disebut dalam kurung bersama tahun penerbitannya. Jika memungkinkan nomor halaman disebutkan.
Nama penulis di sebut terpadu dalam teks.
Contoh : Salimin (1990:13) tidak menduga bahwa mahasiswa tahun ketiga lebih baik daripada mahasiswa tahun keempat.
Nama penulis disebut dalam kurung bersama tahun penerbitannya.
Contoh : Mahasiswa tahun ketiga ternyata lebih baik daripada mahaiswa tahun keempat (Salimin 1990:13)
DAFTAR PUSTAKA
Iskandar. 2008. Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitatif dan Kualitatif). Jakarta: Gaung Persada Press.
Nazir, Moh.2003. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. Jakarta
Nunnally, J.C. 1978. Psychometric theory. New York: McGraw Hill Book Company. Inc
Martono, Nanang. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta : PT Rajagrafindo Persada
Subagiyo, Joko. 2011. Metode Penelitian dalam Teori & Praktik. Jakarta : Rhineka Cipta
Sukardi. 2008. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Alfabeta
A. Berilah tanda (x) pada jawaban yang paling benar! 1. Acara menaikkan Rumah bertujuan untuk…. a. Kelihatan mewah b. Mengadakan do’a selamat c. Biar dipuji orang d. Membanggakan 2. Himpunan orang sekaum adalah…. a. Se ibu c. Sepayung b. Saparuik d. Sesuku 3. Rumah gadang didirikan berstatus koto atau nigari biasanya memiliki gonjong…. Buah a. Dua c. Empat b. Tiga d. Lima 4. Suku Wira adalah piliang dan suku Bayu juga piliang. Wira dan Bayu disebut…. a. Sesuku c. Sekampung b. Seibu d. Sekawan 5. Bagi orang Minangkabau, yang di jadikan tempat bermusyawarah adalah…. a. Rumah gadang b. Kantor c. Mushalla d. Kantor pemda 6. Rumah gadang jarang rusak bila terjadi gempa, sebab tiangnya diletakkan di atas…. a. Kayu c. Batu b. Tembok d. Tanah 7. Adat Minangkabau sesuai dengan ajaran…. a. Khatolik c. Hindu b. Bu...
Komentar
Posting Komentar