Langsung ke konten utama

RPP IPA kurikulum 2013

PENDIDIKAN IPA SD
Tentang
RPP KURIKULUM 2013
“TEMA 6 SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1”
Image result for LOGO UNP\
Oleh:
ANGGA FAHREZA
NIM. 1300584
13 BKT-08 (R. 21)


DOSEN PEMBIMBING          : Dra. MAIMUNAH, M.Pd





PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2015
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan
: SD Negeri 01 Bukittinggi
Kelas/ Semester
: I/ 2
Tema/ Subtema
: 6. Lingkungan/ 1. Lingkungan Rumah
Pembelajaran
: 1
Alokasi Waktu
: 1 X Pertemuan (5 x 35 Menit)


A.     Kompetensi Inti
1.      Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
2.      Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru.
3.      Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.
4.      Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

B.     Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator
Bahasa Indonesia
3.2 Mengenal teks petunjuk/arahan tentang perawatan tubuh serta pemeliharaan kesehatan dan kebugaran tubuh dengan bantuan guru atau teman dengan bahasa Indonesia lisan dan tulisan yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman
4.4 Menyampaikan teks cerita diri/ personal tentang keluarga secara mandiri dalam Bahasa Indonesia lisan dan tulisan yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian

Indikator:
3.2.1 Menjelaskan dua keadaan yang berbeda dari suatu gambar (R. Kognitif)
4.2.1 Menceritakan isi bacaan dengan bahasa sendiri (R. Psikomotor)
4.2.2 Menyimak pendapat teman (R. Afektif)
4.2.3 Menceritakan kembali pendapat teman (R. Psikomotor)

Matematika
3.1 Mengenal lambang bilangan dan mendeskripsikan kemunculan bilangan dengan bahasa yang sederhana
4.1 Mengurai sebuah bilangan asli sampai 99 dengan menggunakan benda-benda yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain

Indikator:
3.1.1 Membilang 41-60 (R. Kognitif)
4.1.1 Menulis lambang bilangan 41-60 (R. Psikomotor)

PPKn
3.2 Mengenal tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah

Indikator:
3.2.1 Menjelaskan cara menjaga kebersihan rumah (R.Kognitif)
3.2.2 Mempraktikkan cara membersihkan dan merapikan rumah dan kamar tidur (R.Psikomotor)

C.      Tujuan Pembelajaran
1.      Dengan mengamati gambar, siswa dapat membedakan keadaan rumah yang bersih dan rapi dan rumah yang tidak bersih dan tidak rapi dengan teliti.
2.      Dengan  mengamati gambar, siswa dapat menceritakan keadaan rumahnya dengan percaya diri.
3.      Dengan menyimak cerita temannya, siswa dapat menceritakan kembali cerita yang didengarnya dengan percaya diri.
4.      Dengan berdiskudi, siswa dapat menjelaskan cara menjaga kebersihan rumah dengan benar dan bertanggungjawab.
5.      Dengan bermain peran, siswa dapat mempraktikkan cara merapikan rumah sesuai kemampuannya dengan percaya diri dan bertanggungjawab.
6.      Dengan menghitung bersama guru, siswa dapat membilang 41–60 dengan percaya diri.
7.      Dengan mengenal lambang bilangan 41–60, siswa dapat menulis lambang bilangan 41-60 dengan teliti.

D.     Materi Pembelajaran
Membedakan keadaan rumah yang bersih dan rapi dan rumah yang tidak bersih dan tidak rapi. (Buku siswa halaman 2-4/ dilampirkan)
Cara menjaga kebersihan rumah. (Buku siswa halaman 5/dilampirkan)
Membilang dan menulis bilangan 41-60. (Buku siswa halaman 6-7/dilampirkan)

E.      Metode dan Pendekatan Pembelajaran
Metode                :(Ceramah, Diskusi, dan Bermain Peran)
Pendekatan         :Saintifik (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/eksperimen, mengasosiasi/menalar, dan mengkomunikasikan).

F.      Media, Alat, dan Sumber Belajar
1.      Buku siswa.
2.      Gambar keadaan rumah yang bersih dan rapi serta yang tidak bersih dan tidak rapi
3.      Benda-benda kecil (daun kering)
4.      Sumber Belajar:
Kementrian Pendidikan dan  Kebudayaan. 2013. Buku Tematik Terpadu Tema 6. Lingkungan: Buku Guru. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kementrian Pendidikan dan  Kebudayaan. 2013. Buku Tematik Terpadu Tema 6. Lingkungan: Buku Siswa. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

5.     Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi Waktu
Pendahuluan
1.     Guru membuka pelajaran dengan menyapa siswa.
2.     Guru menanyakan kabar siswa.
3.     Guru mengajak siswa untuk berdoa dan meminta salah seorang siswa memimpin doa.
4.     Guru memberi motivasi kepada siswa agar semangat dalam mengikuti pembelajaran yang akan dilaksanakan.
5.     Guru mengenalkan tema baru, yaitu “lingkungan”.
6.     Siswa mendengarkan penjelasan dari guru  kegiatan yang akan dilakukan hari ini dan apa tujuan yang akan dicapai dari kegiatan tersebut dengan bahasa yang sederhana dan dapat dipahami.
± 10 Menit
Inti
7.     Siswa mendengarkan guru menanyakan kegiatan pagi siswa. Siswa menjelaskan apa saja yang dilakukannya pada pagi hari.
8.     Siswa menjawab pertanyaan guru.
9.     Siswa diajak menyanyikan lagu “Bagun Tidur”.
10. Siswa menyimak penjelasan guru tentang lagu yang telah dinyanyikan.
11. Guru mengarahkan mengenai apa yang dapat dilakukan siswa untuk membantu orang tua merapikan rumah, misalnya dengan merapikan kamar tidur sendiri.
12. Siswa dibagi kedalam beberapa kelompok.
13. Siswa memperhatikan guru menunjukkan dua gambar pada buku siswa.
14. Siswa membandingkan dua gambar. Siswa diminta untuk membandingkan melalui panduan pertanyaan.berikut: mana yang lebih indah? Mana yang lebih nyaman ditinggali? Mana yang sebaiknya terjadi di rumah kita?
15. Siswa mendengarkan penjelasan guru, mengapa rumah harus bersih dan rapi.
16. Siswa bekerja dalam kelompok menyelesaikan LKS mengenai lingkungan rumah
17. Siswa berdiskusi tentang bagaimana kita menciptakan rumah yang bersih dan rapi dengan arahan guru.
18. Siswa berpasangan sesuai arahan guru. Mereka diminta saling menceritakan keadaan rumahnya. Apakah rumahnya bersih dan rapi? Jika tidak, apa yang harus dilakukan?
19. Siswa bergantian mendengarkan pendapat temannya.
20. Siswa menceritakan keadaan rumah pasangannya.
21. Setelah semua siswa bercerita, siswa diajak guru untuk bercakap-cakap mengenai bermain rumah-rumahan (bermain peran).
22. Setelah bercakap-cakap, siswa menjawab pertanyaan apakah siswa suka bermain rumah-rumahan (bermain peran).
23. Siswa mendengarkan penjelasan guru bahwa mereka akan bermain peran. Guru memberi peran yang harus dimainkan (ayah, ibu, kakak, adik) dan garis besar jalan ceritanya, yaitu tentang orang tua yang mengajak anaknya membantu membersihkan dan merapikan rumah.
24. Siswa menjawab pertanyaan tentang apa yang harus diucapkan dan dilakukan oleh siswa dalam bermain peran tersebut. Misalnya, sebagai ibu, bagaimana sikapnya jika rumahnya tidak rapi? Apa yang akan dikatakannya terhadap sang ayah dan anak?
25. Siswa menyimak pengarahan guru dalam memilih peran dan menggunakan alat bantu dalam bermain peran.
26. Siswa menjawab pertanyaan guru, apakah mereka pernah membersihkan halaman rumah. Guru menerangkan bahwa di halaman rumah yang banyak pohon besarnya, akan banyak daun-daun yang berjatuhan. Kita dapat membersihkannya dengan menyapu. Pada saat menyapu, biasanya terdapat kerikil-kerikil kecil yang terbawa.
27. Siswa dibawa ke luar halaman sekolah dan diminta mengumpulkan 60 lembar daun atau 60 kerikil dengan dibantu guru.
28. Siswa kembali ke kelas masing-masing, lalu menghitung kembali daun-daun dan kerikil yang mereka kumpulkan bersama-sama guru.
29. Setelah selesai berhitung siswa mendengarkan penjelasan guru bagaimana menulis lambang bilangan 41-60. Siswa diingatkan kembali cara menulis lambang bilangan 40 yang telah mereka pelajari sebelumnya.
30. Beberapa siswa diajak ke depan untuk menulis lambang bilangan 40, 41, 42, 43, dan seterusnya sambil membilang.
31. Siswa berlatih menulis lambang bilangan dan nama bilangan 41 - 60 di buku siswa di gambar kelereng yang disediakan.
32. Jika diperlukan, siswa dapat meminta penjelasan tambahan dari guru yang berkeliling untuk mengecek pemahaman siswa.
33. Setelah selesai, siswa dapat berlatih membilang 1-60 dengan berbagai benda yang disediakan guru.
± 150 Menit
Penutup
34. Guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari dengan bahasa sendiri.
35. Guru melakukan kegiatan refleksi dalam rangka mengevaluasi pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari.
36. Guru memberikan tugas rumah dalam rangka kegiatan tindak lanjut mengenai materi yang telah dipelajari.
37. Guru mengakhiri pembelajaran dengan membaca doa “hamdalah”.
± 15 Menit

6.     Penilaian
1.   Teknik Penilaian
·         Penilaian Pengetahuan
Jenis Penilaian Pengetahuan: Penilaian Tertulis
Bentuk Penilaian Pengetahuan: Objektif

·         Penilaian Unjuk Kerja

·         Penilaian Sikap
Percaya Diri, Bertanggung Jawab, dan Teliti.

2.   Bentuk Instrumen Penilaian
·         Penilaian Pengetahuan (Tes Tertulis)
·         Penilaian Unjuk Kerja
·         Penilaian Sikap
Lembar pengamatan terhadap siswa di kelas/ di sekolah
Minggu ke..... bulan..... 2015                    Subtema: benda hidup dan tak hidup
No.
Nama
Perubahan Tingkah Laku
Percaya Diri
Bertanggung Jawab
Teliti
BT
T
M
BT
T
M
BT
T
M
1
2
3
1
2
3
1
2
3
1.










2.










3.










Keterangan:
BT            : Belum Terlihat
T   : Terlihat
M  : Menonjol
Berilah dengan centang (v) pada kolom yang sesuai.

Mengetahui
Bukittinggi, 30 April 2015
Kepala Sekolah


Dwi Putri Yesya, S.Pd
NIP. 19950708 201710 1 001
Guru Kelas I


Angga Fahreza
NIP. 19940802 201708 1 001

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Soal Penilaian Akhir Semester Dua Budaya Alam Minangkabau

A. Berilah tanda (x) pada jawaban yang paling benar!   1. Acara menaikkan Rumah bertujuan untuk…. a. Kelihatan mewah b. Mengadakan do’a selamat c. Biar dipuji orang d. Membanggakan 2. Himpunan orang sekaum adalah…. a. Se ibu c.   Sepayung b. Saparuik d.   Sesuku 3. Rumah gadang didirikan berstatus koto atau nigari biasanya memiliki gonjong…. Buah a. Dua c.   Empat b. Tiga d.   Lima 4. Suku Wira adalah piliang dan suku Bayu juga piliang. Wira dan Bayu disebut…. a. Sesuku c.   Sekampung b. Seibu d.   Sekawan 5. Bagi orang Minangkabau, yang di jadikan tempat bermusyawarah adalah…. a. Rumah gadang b. Kantor c. Mushalla d. Kantor pemda 6. Rumah gadang jarang rusak bila terjadi gempa, sebab tiangnya diletakkan di atas…. a. Kayu c.   Batu b. Tembok d. Tanah 7. Adat Minangkabau sesuai dengan ajaran…. a. Khatolik c.   Hindu b. Bu...

Tantangan dan Prospek Pendidikan Sekolah Dasar di Indonesia Saat Ini

Pendidikan Sekolah Dasar (SD) merupakan fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pendidikan SD di Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang perlu diatasi. Artikel ini akan menjelaskan tantangan utama yang dihadapi pendidikan SD saat ini, termasuk kurangnya fasilitas, ketimpangan kualitas pendidikan, dan tantangan dalam implementasi kurikulum. Selain itu, artikel ini juga akan membahas prospek dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan kualitas pendidikan SD di Indonesia. I. Tantangan dalam Pendidikan Sekolah Dasar     A. Kurangnya Fasilitas Pendukung Kekurangan ruang kelas, fasilitas olahraga, dan laboratorium: Banyak sekolah dasar di Indonesia masih mengalami kekurangan ruang kelas yang memadai. Selain itu, fasilitas olahraga dan laboratorium juga seringkali tidak memadai atau bahkan tidak tersedia di sekolah-sekolah tersebut. Tantangan aksesibilitas pendidikan di daerah terpencil dan peda...

ISU ISU GLOBAL MASA KINI DAN MASA DEPAN

  Isu-isu global masa kini dan masa depan Ada berbagai macam permasalahan yang dihadai oleh manusia. Secara garis besar permasalahan tersebut adalah: a. Bahan makanan b. Penduduk c. Energi d. Polusi udara,air dan tanah e. Biodiversity/keanekaragaman hayati A. Bahan makanan Persoalan pangan bagi manusia sangatlah penting bahkan merupakan asasi,karena untuk melangsungkan kehidupan. Pentingnya permasalahan ini disebabkan karena banyaknya kasus manusia yang kelaparan. Akibatnya jutaan manusia meninggal karena kelaparan. Antara tahun 1847-1850 kira-kira satu setengah juta jiwa meninggal karena kelaparan,demikian juga yang terjadi di Cina,India dan sebagainya. Masalah bahan pangan berkaitan dengan: 1 . Kebutuhan obyektif pangan Kebutuhan obyektif pangan pada tingkat global merupakan fungsi dari kebutuhan bahan pokok,besaran jumlah pernduduk dunia,dan komposisinya. Semakin baik kondisi manusia sejak beberapa dasa warsa terakhir menyebabkan terjadinya pertumb...